Selamat Datang di Website Sekolah Indonesia Jeddah. Selamat Tahun Baru Islam 1435 H. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan taufik dan hidayah-Nya untuk kita semua.

Rabu, 14 November 2012

PENCAK SILAT

Pencak silat atau silat adalah suatu seni bela diri tradisional yang berasal dari Indonesia. Pencak silat adalah olahraga bela diri yang memerlukan banyak konsentrasi.[1]Ada pengaruh budaya Cina, agama Hindu, Budha, dan Islam dalam pencak silat.[1] Biasanya setiap daerah di Indonesia mempunyai aliran pencak silat yang khas. Misalnya, daerah Jawa Barat terkenal dengan aliran Cimande dan Cikalong, di Jawa Tengah ada aliran Merpati Putih dan di Jawa Timur ada aliran Perisai Diri. Setiap empat tahun di Indonesia ada pertandingan pencak silat tingkat nasional dalam Pekan Olahraga Nasional.

Ekstrakurikuler Beladiri Sekolah Indonesia Jeddah mulai beraktifitas pada bulan Agustus 2005 setelah didatangkan pelatih Pencak Silat dari kepengurusan Ikatan Pencak Silat Indonesia. Dipilihnya beladiri asli Indonesia ini memberikan misi banyak aspek, seperti diplomasi budaya, penanaman nasionalisme dengan mengenal budaya negeri sendiri, peningkatan ketahanan diri dan harga diri bangsa Indonesia di Luar Negeri dan sebagai wahana memperkenalkan citra budaya Indonesia.

Oleh karenanya pelatihan beladiri ini pada tahun 2005 dan 2006 pernah juga diberikan kepada para Tenaga Kerja Wanita Indonesia yang berada dilingkungan Wisma Kasih Sayang KJRI Jeddah. Hingga saat ini telah banyak event yang diikuti oleh peserta ekskul Beladiri Pencak Silat SIJ, tidak hanya memeriahkan setiap kegiatan sekolah sendiri namun juga ikut serta dalam kegiatan apresiasi sekolah-sekolah asing di wilayah kota Jeddah Saudi Arabia diantaranya Indian International School. Ekskul Beladiri Pencak Silat SIJ juga ditampilkan dalam kegiatan KJRI Jeddah di depan utusan Diplomat Asing.

Pada saat ini ekskul Beladiri SIJ telah berkembang tidak hanya pada cabang Pencak Silat namun juga beladiri Karate yang dikoordinasikan oleh Guru Olah Raga SIJ dan Guru Besar Pencak Silat dari Indonesia (Agus I. Suherman, SH).


Secara ringkas, murid silat atau pesilat dibagi menjadi beberapa tahap atau tingkat kemahiran, yaitu:
  1. Pemula, diajari semua yang tahap dasar seperti kuda-kuda,teknik tendangan, pukulan, tangkisan, elakan,tangkapan, bantingan, olah tubuh, maupun rangkaian jurus dasar perguruan dan jurus standar IPSI.
  2. Menengah, ditahap ini, pesilat lebih difokuskan pada aplikasi semua gerakan dasar, pemahaman, variasi, dan disini akan mulai terlihat minat dan bakat pesilat, dan akan disalurkan kepada masing-masing cabang, misalnya Olahraga & Seni Budaya.
  3. Pelatih, hasil dari kemampuan yang matang berdasarkan pengalaman di tahap pemula, dan menengah akan membuat pesilat melangkah ke tahap selanjutnya, dimana mereka akan diberikan teknik - teknik beladiri perguruan, dimana teknik ini hanya diberikan kepada orang yang memang dipercaya, dan mampu secara teknik maupun moral, karena biasanya teknik beladiri merupakan teknik tempur yang sangat efektif dalam melumpuhkan lawan / sangat mematikan .
  4. Pendekar, merupakan pesilat yang telah diakui oleh para sesepuh perguruan, mereka akan mewarisi ilmu-ilmu rahasia tingkat tinggi.

PEMBINA:
1. Agus I. Suherman, SH.

0 komentar:

Posting Komentar