Selamat Datang di Website Sekolah Indonesia Jeddah. Selamat Tahun Baru Islam 1435 H. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan taufik dan hidayah-Nya untuk kita semua.

Selasa, 13 November 2012

SEJARAH SIJ

Sekolah Indonesia Jeddah (SIJ) didirikan pada tahun 1964 untuk memenuhi permintaan masyarakat Indonesia pada waktu  itu, sebagai tempat menuntut ilmu bagi putra-putri Indonesia yang berdomisili di Jeddah dan sekitarnya. Seiring dengan berjalannya waktu, SIJ telah beberapa kali berganti nama, mulai yang pertama kali adalah Sekolah Indonesia Trikora kemudian Sekolah Indonesia Pancasila (SIP) Jeddah dan sekarang  menjadi Sekolah Indonesia Jeddah (SIJ).

Sebagai upaya lebih menyempurnakan visi dan misi sekolah, maka Komisi Sekolah mengganti nama Sekolah Trikora menjadi Sekolah Indonesia Pancasila (SIP) Jeddah. Pada tanggal 6 Januari 1968, Komisi Sekolah berhasil membuka SMP dan pada tahun yang sama Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 0112/1968, tentang pengakuan resmi diakuinya SD dan SMP Sekolah Indonesia Pancasila di Jeddah Saudi Arabia sebagai sekolah yang sederajat dengan sekolah-sekolah di tanah air.

Perkembangan berikutnya, pada tanggal 10 Pebruari 1971 berhasil dibuka Sekolah Menengah Atas (SMA). Dengan demikian lengkaplah sudah jenjang pendidikan yang berada di Sekolah Indonesia Pancasila, dari prasekolah atau Taman Kanak-kanak,  Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama hingga Sekolah Menengah Atas. Pada tahun 1980 dengan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 0106/O/1980 yang berlaku surut, maka Sekolah Indonesia Pancasila untuk pertama kalinya meluluskan siswanya serta pada saat itu pula tingkat Sekolah Menengah Atas yang dimiliki terakui secara resmi dengan kedudukan sama dengan sekolah lain di tanah air.

Berdasarkan data jumlah warga negara Indonesia di wilayah akreditasi Jeddah sampai tahun 2006 tercatat lebih dari 650.000 jiwa (data kependudukan KJRI Jeddah, 2006). Berdasarkan komposisi penduduk menurut asal suku, sebagian besar masyarakat Indonesia di Jeddah berasal dari pulau Madura. Sedangkan jenis pekerjaan, sebagian besar adalah para TKI yang bekerja di perusahaan Saudi Arabia, para pedagang, pembantu rumah tangga, dan pegawai setempat yang bekerja di KJRI Jeddah. Di antara masyarakat Indonesia yang berada di Jeddah adalah para mukimin yang telah tinggal bertahun-tahun secara turun-temurun, bahkan ada di antara mereka yang menjadi warga negara Saudi Arabia serta warga negara keturunan, yaitu campuran antara orang Indonesia dengan orang-orang rumpun Timur Tengah, seperti Yaman, Mesir, Syiria, dan  Saudi Arabia. Aglomerasi warga negara Indonesia di Kota Jeddah yang demikian tentunya memerlukan fasilitas kehidupan, salah satunya adalah pendidikan.

Sekolah Indonesia Jeddah beridiri sejak tanggal 1 Januari tahun 1964. Semula hanyalah Taman Kanak-kanak yang dikelola Ibu-ibu Dharma wanita unit KBRI (sebelum menjadi KJRI) Jeddah dengan nama Taman Kanak-kanak “Trikora”, nama Trikora diambil karena saat rapat pertama pendirian sekolah bersamaan dengan tanggal 19 Desember 1963 saat pernyataan Tri Komando Rakyat untuk merebut kembali Irian Barat yang masih dalam cengkraman penjajah. 

Pendirian sekolah tersebut disetujui oleh Dubes K.H. Mohammad Ilyas. Tokoh-tokoh yang memprakarsai berdirinya sekolah antara lain:
1.    Bapak Lillahi Grahana Sidharta (Kepala Bagian Penerangan)
2.    Bapak Zainal Arifin Al-Abbasyi (Atase Agama)
3.    Bapak Emzita (Staf Penerangan)
Ketiganya waktu itu lebih dikenal dengan tiga sekawan sekolah.

Tujuan yang melatarbelakangi kebutuhan sekolah Indonesia di Jeddah adalah:
1.    Mencerdaskan kehidupan bangsa dengan membekali ilmu pada generasi muda sedini mungkin.
2.    Menyatukan warga Negara Indonesia di Jeddah-Saudi Arabia melalui forum pendidikan.

Dua bulan setelah Taman Kanak-kanak Trikora berdiri, tepatnya pada tanggal 1 Maret 1964, berhasil dibuka secara remi Sekolah Dasar trikora. Sebagai sekolah yang sangat baru pada waktu itu, banyak kesulitan yang harus segera diselesaikan berkaitan dengan kelengkapan sarana prasarana, tenaga pendidik, bidang keuangan serta penyempurnaan organisasi sekolah. Untuk menangani masalah tersebut, pada tanggal 1 September 1967 Kepala Perwakilan Republik Indonesia di Jeddah membentuk sebuah komisi yang diberi nama Komisi Sekolah Indonesia Jeddah. Dalam perjalanan awal, komisi tersebut memiliki tugas utama membina sekolah Indonesia di Jeddah, mengusahakan pengakuan dari Republik Indonesia cq. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI serta mempersiapkan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Sebagai upaya lebih menyempurnakan visi dan misi sekolah, maka Komisi Sekolah mengganti nama Sekolah Trikora menjadi Sekolah Indonesia Pancasila (SIP) Jeddah. Pada tanggal 6 Januari 1968, Komisi Sekolah berhasil membuka SMP dan pada tahun yang sama Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI nomor 0112/1968 tentang pengakuan resmi diakuinya SD dan SMP Sekolah Indonesia Pancasila di Jeddah Saudi Arabia sebagai sekolah yang sederajat dengan sekolah-sekolah di tanah air.

Perkembangan berikutnya, pada tanggal 10 Pebruari 1971 berhasil dibuka Sekolah Menengah Atas (SMA). Dengan demikian lengkaplah sudah jenjang pendidikan yang berada di Sekolah Indonesia Pancasila, dari prasekolah atau Taman Kanak-kanak,  Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama hingga Sekolah Menengah Atas. Pada tahun 1980 dengan surat keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 0106/O/1980 yang berlaku surut, maka Sekolah Indonesia Pancasila untuk pertamakalinya meluluskan siswanya serta pada saat itu pula tingkat Sekolah Menengah Atas yang dimiliki terakui secara resmi dengan kedudukan sama dengan sekolah lain di tanah air.

Perubahan tata pemerintahan di Kerajaan Saudi Arabia dimana pusat pemerintahan bermula di kota Jeddah di pindah ke kota Riyadh telah menyebabkan perwakilan-perwakilan Negara Asing juga harus ikut pindah termasuk KBRI, sehingga di

Jeddah menjadi KJRI (Konsulat Jendral Republik Indonesia), perubahan tersebut akhirnya berimbas pula pada perubahan nama Sekolah Indonesia Pancasila   menjadi Sekolah Indonesia Jeddah (SIJ). Penempatan lokasi Sekolah Indonesia berada di Jeddah, terutama di sekitar daerah Sharafiyah dan Bagdadiyah, karena pada awalnya sekolah ini menyatu dengan kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Jeddah yang tepatnya berada di wilayah Bagdadiyah. Dari perjalanan waktu, sekolah ini telah mengalami lima kali pemindahan lokasi yang kesemuanya berada di Jeddah dan tidak jauh dari lokasi-lokasi.

Adapun alasan berpindah-pindahnya lokasi sekolah, adalah: (1) jumlah siswa yang semakin banyak, sementara gedung sekolah tidak cukup menampung jumlah siswa, (2) mengikuti kepindahan gedung perwakilan, dan (3) karena gedung sekolah masih berstatus menyewa (sampai sekarang).

Secara sosiologis, norma, dan tata nilai masyarakat Saudi Arabia telah memberikan banyak kontribusi terhadap pola perilaku dan tindakan masyarakat Indonesia di Jeddah. Nilai-nilai religius sangat terasa mewarnai sikap dan tindakan masyarakat Indonesia Jeddah, terutama para siswa dan warga sekolah Indonesia Jeddah. Sikap dan kebiasaan tersebut antara lain; kejujuran, dan bentuk-bentuk pengakuan yang tinggi atas perbuatan yang dilakukan oleh para siswa. Misalnya, bila seorang siswa menemukan uang atau barang dengan segera dan ikhlas akan menyerahkan temuannya kepada guru atau pihak sekolah, bila melanggar peraturan sekolah misalnya merokok, terlambat, dan tidak mengerjakan tugas-tugas guru di rumah, dengan jujur mereka memberikan alasan kepada guru, walaupun alasan itu terasa aneh dan sebenarnya ketidakdisiplinan tersebut dengan mudah bisa diatasi.

Kebiasaan menghormati guru dari para siswa juga cukup tinggi. Hal ini tampak dari kebiasaan para siswa untuk memberi salam ketika bertemu guru di mana pun berada, kebiasaan cium tangan kepada guru, terutama dilakukan oleh para siswa SD. Kondisi ini menunjukkan adanya rasa cinta dan sayang serta interaksi yang harmonis antara guru dan siswa. Rasa saling menghormati,  cinta dan kasih sayang adalah awal untuk terjadinya proses pendidikan, transfer ilmu pengetahuan, dan pembentukkan kepribadian siswa seperti yang diinginkan dalam tujuan pendidikan nasional.

Status Sekolah : Swasta Berbantuan
Alamat Sekolah : Konsulat Jendral RI Jeddah, PO Box 10 Jeddah, Saudi Arabia
Izin Pendirian Sekolah : SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Nomor 0112/1968.

Kepala Sekolah Mulai Tahun 1964 s/d sekarang
Sejak berdirinya pada tahun 1964, jabatan  Kepala Sekolah dipegang oleh guru setempat (perintis sekolah) kurang lebih selama 1 tahun . Dalam hal ini pihak KBRI ( PENSOSBUD) selalu mengawasi, memantau, membimbing seluruh aktifitas di sekolah.

Sejak tahun  1973  di Sekolah Indonesia Jeddah ada jabatan kepala sekolah yang difinitif perbantuan dari  Departemen Pendidikan Nasional. Status dan kedudukan Kepala sekolah adalah Home Staff Non Diplomatik yang di atur dalam surat keputusan bersama antara (SKB) Menteri Luar Negeri dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada waktu itu, hal tersebut berlaku hingga  sekarang. Kepala Sekolah Indonesia Jeddah terhitung sampai tahun 2006 telah mengalami pergantian sebanyak 10 kali.  Masa  tugas Kepala Sekolah   Indonesia Jeddah dilakukan sesuai SKB No: 191/81/01 dan 151/U/1981 selama 3 tahun, dan dapat diperpanjang dengan persetujuan kedua belah pihak selama 2 tahun.  Apabila  masa tugas melebihi 5 tahun, maka status pegawai negeri kepala sekolah yang bersangkutan hilang. Peraturan ini juga berlaku bagi guru-guru yang diperbantukan oleh Departemen Pendidikan Nasional ke sekolah Indonesia di luar negeri.

Berikut ini adalah nama–nama kepala sekolah sejak tahun 1964 s/d sekarang :
1    M. Zahri Husen, 1964 s/d 1969 (Pjs)
2    Setiono, 1969 s/d 1973
3    Drs. Abdullah Ibrahim, 1973 s/d 1979
4    Drs. Sukiman Razak, 1979 s/d 1983
5    Wasis Yudo Prawiro, B.A., 1984 s/d 1987
6    Drs. M. Woeridin, 1988 s/d 1991
7    Drs. Muhammad Rohadi, 1991 s/d 1994
8    Drs. Ibnu Sabiin Hatta, 1993 s/d 1996
9    Drs. Mohd. Rasyid Asmy, 1997 s/d 2001
10  Drs. Sasmito Martoyo, 2001 s/d 2005
11  Drs. Arip Santosa, M.Pd, 2006 s/d 2009
12  Wiratmoko, M.Pd, 2009 s/d Mei 2012
13  Drs. Cahyono Rustam, MM, (Plt) Juni s/d November 2012
14  Masduki, S.Pd, M.Pd, Desember 2012 s/d sekarang

0 komentar:

Posting Komentar